Copyright 2018 - BDP Gapensi Jawa Barat

Pengusaha: Pasar Konstruksi RI Diproyeksi Capai Rp 451 T di 2018

Foto: Rengga Sancaya

Jakarta - Rapimnas Gapensi (Gabungan Pelaksana Konsttuksi Indonesia) yang digelar hari ini dihadiri oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani. Rosan mengatakan, pasar konstruksi Indonesia merupakan pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara. 

Dia mengatakan, pasar konstruksi Indonesia tahun ini diproyeksi mencapai Rp 451 triliun atau naik 3% dibanding tahun lalu. Jumlah ini melampaui negara-negara tetangga lainnya seperti Malaysia yang hanya memiliki potensi senilai US$ 32 miliar dan Singapura senilai US$ 24 miliar. 

"Dari data BPS dan Kementerian PUPR, angka pasar konstruksi ini meningkat sebesar 3% dibanding tahun 2017. Jadi tahun 2018 ini, total pasar proyek konstruksi diprediksi Rp 451 triliun, yang di mana 65% merupakan pekerjaan sipil dan 35% merupakan pekerjaan bangunan atau gedung," kata Rosan saat di acara Rapimnas Gapensi di Hotel Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Di tingkat Asia, Indonesia berada diurutan ke empat setelah China menjadi yang terbesar, di mana pangsa pasar jasa konstruksinya memiliki potensi senilai US$ 1,78 triliun. Disusul oleh pasar konstruksi Jepang senilai US$ 742 miliar, kemudian India US$ 427 miliar, dan Indonesia senilai US$ 267 miliar.

Hal ini pun menjadi harapan bagi sektor konstruksi sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia bilang, infrastruktur dan konstruksi yang saat ini digenjot oleh pemerintah diharapkan jadi motor penggerak ekonomi nasional di saat sektor lainnya sedang alami pelemahan.

"Kalau kita lihat, infrastruktur jadi program utama pemerintah yang mengakibatkan konstruksi jadi pemegang peranan perekonomian Indonesia ke depan," ujar dia.

Sektor konstruksi juga diyakini tak akan terpengaruh dengan tahun politik. Malahan, pengusaha konstruksi memperkirakan sektor ini akan membaik pada 2018. 

"Kita malah akan tumbuh lebih baik dari tahun 2017," ujar Sekjen Badan Pengurus Gapensi Andi Rukman Karumpa di acara yang sama.

Faktor lainnya, pasar konstruksi akan diperkuat oleh tumbuhnya investasi properti. Sebab di tahun politik, investasi di sektor lainnya seperti pertambangan, konsesi lahan dan lainnya akan wait and see. Namun investasi akan dialihkan ke properti yang lebih stabil dan imbal hasilnya lebih menguntungkan. (hns/hns)

 

sumber berita : Detik Finance